animasi


clock

Jumat, 15 Juni 2012

Router

Router
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.
Router adalah Device Penguat sinyal Wierless yang digunakan pada jaringan WAN,tugas utama router adalah melewatkan data antarsegment yang memiliki alamat network yang berbeda. Selain itu device ini memiliki kemampuan untuk mengelola collision domain seperti halnya device switch dan device ini dapat mengelola Broadcast domain. Adapun yang dimaksud Broadcast Domain adalah suatu kelompok jarinan komputer ketika terjadi pengiriman data yang dilakukan secara boardcast oleh sebuah komputer.


Cara kerja Router :



Router memiliki tabel routing yang berisikan informasi alamat tujuan, jarak menunju network tujuan yang di istilahkan dengan metric dan juga interface yang terhubung dengan network tujuan.Dalam tabel routing terdapat static route dan dynamic route yaitu :

Cara Kerja Router


Cara Kerja Router
Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.

Router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet.

APA ITU ROUTER???

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

Jenis-jenis router

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:

* static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
* dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

menginstall router mikrotik


  1. Proses instalasi pertama pada mikrotik.
  2. Setelah itu tekan tombol ‘a’ (tanpa petik) untuk meng-install semua fasilitas
  3. yang terdapat pada mikrotik. Biarkan saja porses berjalan, karena instalasi sedang berlangsung.
  4. Formating disk hingga proses selesai instalasi, jika muncul tampilan seperti dibawah ini maka instalasi telah selesai.
  5. Setelah proses selesai, download lah tool bawaan  mikrotik, (winbox) bisa di download disini : http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=winbox-2.2.11.exe
  6. Setelah itu tancapkan kabel dari ISP ke lancard satu pada PC Router
  7. Kemudian Lancard kedua ke sebuah HUB / swicth untuk jaringan lokal.
  8. Instalasi telah selesai dilakukan, sekarang remote komputer server yang telah diinstalasi di atas dengan  winbox yang telah kita download, dengan menggunakan komputer lain.
  9. Pilih router yang tadi kita install, default identity-nya mikrotik, username admin, password kosong.
  10. Pilih menu Interface, jika telah berjalan dengan benar, maka akan muncul 2 buah interface lancard.
  11. Double Klik pada salah  satu interface yang merujuk ke lokal dan beri nama Lokal.
  12. Dengan cara yang sama, Interface yang merujuk ke ISP beri nama Public.
  13. Setelah itu, pilih menu IP address.
  14. Muncul Tampilan seperti di atas, kemudian  tekan tombol plus + di pojok kirinya.
  15. Tambahkan IP addressnya, IP Gateway ISP 192.168.0.1, maka IP  pada mikrotik : 192.168.1.2/24, Sedang kan pada local 10.10.10.1/24 pada interface Local
  16. Tambahkan IP Gateway pada routing table yang menuju ke ISP dengan  destination 0.0.0.0/0
  17. Tambahkan DNS sesuai dengan ISP, Muncul Tampilan seperti di atas, kemudian tekan tombol plus setting di pojok kiri nya.
  18. Tambahkan Pengaturan Nat menuju web proxy dan menuju IP VPN
  19. Pengaturan VPN mengunakan mikrotik Klik Menu PPP” => Point to Point Protocol. Klik Tab Interfaces” seperti gambar di samping. Klik Menu Add PPTP Server” => Point to Point Tuneling Protocol. Berikan Nama untuk Interface baru  ini, misalnya : pptp-in Lalu berikan  nama User, misalnya : VPN Lalu Klik Tab “Secret”, berikan misalkan name : willy Checkmark Password, isikan : xxxxx Masukkan Local Address, misalnya : 192.168.0.2 Masukkan Remote Address, misalnya : 192.168.0.4
  20. Lalu Selanjutnya Klik “PPTP Server”, CheckmarkEnable”. Checkmark juga “MSCHAP1” dan “MSCHAP1”.
  21. Lalu Selanjutnya Klik “IP”, Klik “Web Proxy”.
  22. Lalu Selanjutnya Klik “General”, Port : “8080 Hostname CheckmarkEnable” name“Proxy”. Chache AdministratorEmail Maksimum Object size4039 Cache Drive System Maximum Chache none Minimum RAM Cache size Unlimeted

Konfigurasi Wireless Access Point

Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password default telah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal.

Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:
1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA)
3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
4. dsb
Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.
Upgade Firmware

Cara mengkonfigurasii router

1.  System identity set name=(nama anda)

2.  Ip address add address=200.100.30.1 netmask 255.255.255.248 interfaces=ether1

3.  Ip address add address=192.168.50.1 netmask 255.255.255.224 interfaces=ether2

4.  Ip address print

5.  Ip route add gateway=200.100.30.1

6.  Ip route add gateway=192.168.50.1

7.  Ip route print

8.  Ip route remove number

Bangun hotspot dengan Wireless Router dan Access Point

Jika dengan satu Wireless Router kita bisa membangun hotspot dengan coverage -+30m dengan tambahan satu Access Point coverage semula dapat diperluas menjadi 2 x 30m.
Jika asumsi anda menggunakan Wireless Router dengan Access Point (AP) secara wireless atau tidak terkoneksi kabel antara satu sama lain, maka hal itu tidak mungkin dilakukan dengan perangkat Wireless Router dan AP kelas rumahan.
 kabel UTP tetap diperlukan untuk menghubungkan Router dan AP. Disini akan saya jelaskan penggunaan sebuah Wireless Router dan Access Point dengan nama network (SSID) yang sama untuk memperluas Basic Service Area menjadi Extended Service Area, keduanya kita kenal secara awam dengan sebutan hotspot. Perangkat  minimal yang diperlukan :
  1. Wireless Router (802.11 b/g/n) 1 buah (Rp. 150.000).
  2. Access Point (802.11 b/g/n) 1 buah (Rp. 163.000).
  3. Kabel UTP straight dengan panjang secukupnya (Rp. 4000/m).
  4. Laptop atau PC 1 buah (untuk keperluan konfigurasi pertama kali Wireless Router dan AP).
  5. Modem DSL (optional, jika nantinya ingin ditambahkan internet sharing) -dipinjamin ama ISP ga perlu blanja lagi-.
  6. Perkakas tambahan seperlunya, palu, tangga, mounting screw, paku, cemilan.
  7. perangkat dengan WNIC (Wireless Network Interface Card) untuk testing koneksi.
Jika anda sudah bisa membangun Wireless LAN dengan sebuah AP maka 2, 3, atau berapapun AP tidak akan menjadi masalah, hanya saja tantangannya terdapat pada pemilihan channel untuk tiap AP supaya tidak terjadi gangguan atau interference.
Akan saya berikan 2 pilihan topologi untuk dua kondisi berbeda,
Topologi Hotspot 1